Cara kerja Bali Investigator dirancang untuk mengubah kecurigaan, klaim, atau risiko menjadi pertanyaan yang bisa diverifikasi. Kami tidak mulai dari asumsi, tetapi dari objective dan batas legal.
1. Intake Kasus
Klien menjelaskan tujuan umum kasus melalui WhatsApp. Detail sensitif tidak perlu dibuka seluruhnya di awal. Yang paling penting adalah jenis masalah, area Bali, urgensi, dan keputusan yang ingin didukung.
2. Assessment Legal dan Kelayakan
Kami menilai apakah tujuan dapat dikerjakan secara legal dan proporsional. Permintaan yang mengarah pada hacking, penyadapan ilegal, pemaksaan akses, atau intimidasi akan ditolak.
3. Scope dan Rencana Verifikasi
Jika layak, scope pekerjaan disusun: objective, data awal, batas waktu, area, metode, output, dan batasan. Scope membantu menjaga biaya dan risiko tetap terkendali.
4. Verifikasi Lapangan atau Analisis Data
Proses dapat mencakup observasi wajar, review dokumen, pemetaan kronologi, verifikasi vendor, pemeriksaan lokasi, atau analisis red flag sesuai kebutuhan kasus.
5. Laporan Temuan
Laporan memisahkan fakta, indikasi, asumsi, dan batasan data. Format ini membantu klien membaca hasil tanpa drama dan tanpa kesimpulan berlebihan.
6. Rekomendasi Langkah
Rekomendasi dapat berupa klarifikasi tambahan, mediasi, review hukum, kontrol operasional, audit lanjutan, atau penghentian proses jika risiko terlalu tinggi.
